Cara mengurangi ad blindness Google AdSense
SUKAI DAN BAGIKAN ARTIKEL INI:
Pin It

Di kalangan publisher AdSense atau periklanan PPC (Pay Per click) lainnya, istilah ad blidness sudah tidak asing. Disadari atau tidak, ad blindness terjadi di dunia periklanan online. Ad-blindness atau kebutaan iklan adalah kecenderungan visitor (pengunjung) blog untuk mengabaikan keberadaan iklan yang ada. Ad-blindness adalah salah satu faktor penyebab rendahnya rasio-klik tayang (RKT) atau click through rate (CTR) Google AdSense.

Ad blindness tidak bisa dihindari, yang bisa diupayakan adalah dengan mengurangi. Ad blindness secara nyata telah menggerus jumlah klik iklan dan akhirnya berimbas pada menurunnya penghasilan (earning) publisher AdSense. Banyak publisher AdSense yang mengeluhkan hal ini ditambah lagi dengan konversi klik iklan yang cenderung kecil.

Banyak teknik dan pendekatan diterapkan untuk mengurangi ad blindness. Karena ad blindness dapat disebabkan oleh beberapa hal, cara terbaik adalah melakukan eksperimen untuk masing-masing, sebagian atau semua penyebab yang mungkin. Keberhasilan mengurangi ad blindness akan menaikkan kembali RKT atau CTR dan akhirnya mengembalikan penghasilan Google AdSense ke semula atau bahkan lebih baik lagi.

1. Memadukan (blend) warna iklan.

Warna turut memainkan peran penting dalam mempengaruhi kinerja iklan Google AdSense. Google AdSense sendiri memperkenalkan 3 strategi dalam memilih warna iklan yaitu blend, complement dan contrast. Google AdSense juga menyediakan predefined color untuk iklan yang dianggap berkinerja baik. Anda dapat menggunakan predefined color yang sudah ada atau membuat tema warna sendiri untuk iklan Google AdSense.

Memadukan (blend) warna iklan dengan warna blog adalah strategi yang paling banyak digunakan meskipun Anda juga perlu mencoba strategi lain seperti complement dan contrast. Strategi ini memberi dampak baik dan dapat menghasilkan klik iklan lebih banyak. Jika situs Anda mempunyai warna latar putih, teks hitam dan tautan (link) biru, Anda dapat mengatur iklan dengan warna garis batas (border) dan latar putih, teks hitam dan tautan biru.

Umumnya, visitor blog yang datang akan fokus pada konten dan cenderung untuk tidak melihat pada iklan yang ada. Dengan memadukan warna iklan Google AdSense dengan warna blog, Visitor blog akan menganggap bahwa iklan adalah bagian dari konten. Ini bukan trik untuk mengelabuhi visitor blog, namun upaya agar iklan Google AdSense mendapat fokus dan ikut dibaca.

2. Merubah tata letak.

Visitor yang sudah terbiasa mengunjungi blog Anda tentu sudah mengenal dengan baik tata letak (layout) blog. Ketika mereka mengunjungi blog Anda kembali, cenderung mereka akan menuju langsung ke konten dan mengabaikan iklan yang ada. Mempunyai tata letak baru pada blog Anda dapat memberi dampak baik pada penurunan ad blindness.

3. Berbagi atensi.

Konten sebuah blog dapat terdiri dari teks, gambar, video atau widget. Pada umumnya, gambar, video dan widget dapat menarik perhatian (atensi) lebih dari visitor. Agar iklan mendapatkan perhatian lebih dari visitor, Anda dapat meletakkan iklan Google AdSense berdekatan dengan salah satunya. Bila diperhatikan, ada banyak blog yang menerapkan ini. Namun, Anda perlu melakukan dengan hati-hati agar tidak melanggar kebijakan Google AdSense. Beri jarak yang cukup antara iklan AdSense dan gambar, video atau widget.

4. Mengurangi jumlah iklan.

Tidak jarang kita menemukan blog yang menampilkan iklan cukup banyak. Banyaknya iklan di blog terkadang tidak berimbang dengan konten. Meskipun konten blog bagus, visitor yang datang akan mengambil sikap berhati-hati pada iklan. Mengurangi jumlah iklan di laman dapat memberi kesan netral dan visitor akan lebih fokus pada iklan yang tersia.