Mengenal fitur ad balance Google Adsense dan cara menggunakannya
SUKAI DAN BAGIKAN ARTIKEL INI:
Pin It

Google Adsense adalah program periklanan Google yang ditujukan untuk publisher (penerbit) yang memiliki konten online. Google Adsense inilah yang digunakan oleh para Blogger dan Youtuber untuk memonetisasi artikel atau postingan di blog dan juga video-video yang diunggah di Youtube. Sampai saat ini, Google Adsense masih menjadi satu-satunya program monetisasi pilahan diantara banyak program monetisasi lainnya.

Sebagaimana diketahui, kebijakan awal Adsense adalah membolehkan publisher untuk menampilkan 3 unit konten, 3 unit tautan dan 2 kotak pencarian di setiap laman. Anda juga diperbolehkan untuk memaksimalkan penghasilan dengan mengaktifkan iklan di Matched Content dan juga Page-Level ads untuk perangkat mobile (smartphone). Kebijakan AdSense lainnya adalah publisher juga tidak diperbolehkan menampilkan lebih dari satu unit iklan besar seperti iklan ukuran 300x600, 300x1050, 580x400 dan sebagainya.

Sekarang ini, dengan kebijakan barunya, Google telah menghapus batasan iklan per laman dan mengganti dengan penekanan keseimbangan antara konten dan iklan yang ditampilkan. Google menekankan agar iklan yang ditampilkan tidak melampaui konten dan konten sendiri harus memberi nilai guna dan menjadi titik fokus. Namun kenyataannya, banyak blog menampilkan lebih banyak iklan sehingga iklan lebih dominan dibandingkan dengan kontennya.

Dengan semakin banyak iklan, kecepatan muat laman menjadi semakin lambat dan berdampak pada pengalaman pengguna yang kurang baik. Di sini, Anda perlu mempertimbangkan dua hal penting yaitu kecepatan muat laman dan pengalaman pengguna yang lebih baik (better user experience). Google memasukkan kecepatan muat laman sebagai salah satu faktor pemeringkatan, sedangkan pengalaman pengguna yang lebih baik menjaga loyalitas pengunjung blog Anda.

Ketika seseorang mengunjungi laman blog Anda, kemungkinan orang tersebut akan mengklik satu dari sejumlah iklan yang ditampilkan atau mungkin tidak akan mengklik satupun iklan di laman blog yang dikunjungi. Tidak mungkin juga orang tersebut akan mengklik semua iklan di laman blog yang dikunjungi. Ini menandakan bahwa penghasilan Adsense yang diperoleh berasal dari sedikit iklan yang diklik.

Bila demikian, bagaimana memperbesar penghasilan Adsense? Ada banyak faktor dan beberapa diantaranya adalah penempatan iklan yang tepat, iklan yang membayar tinggi dan memperbanyak pengunjung blog. Banyaknya iklan di laman tidak menjamin akan memperbesar penghasilan Adsense namun dapat dipastikan akan memperlambat kecepatan muat laman dan memberi pengalaman pengguna yang kurang baik.

Meningkatkan pengalaman pengguna (user experience) yang lebih baik dengan tetap menjaga atau bahkan memperbesar penghasilan Adsense memang tidak mudah. Namun demikian, Anda akan terbantu dengan fitur Adsense ad balance. Ad balance mengontrol dengan mengurangi jumlah iklan yang ditampilkan di laman, khususnya iklan yang membayar kecil. Dengan menampilkan hanya iklan yang membayar tinggi, diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pengguna yang lebih baik tanpa mengalami penurunan penghasilan Adsense.

Setelah cukup lama "under maintenance", kini ad balance sudah dapat diakses lagi. Secara visual masih tetap sama, namun Google tentunya telah melakukan sesuatu selama dalam perbaikan. Mengakses ad balance tidaklah sulit. Anda terlebih dahulu masuk ke akun Adsense, klik My ads (1) dan kemudian klik Ad balance (2).

Memahami fitur Ad balance Google Adsense dan cara menggunakannya

Anda dapat melihat grafik seperti gambar di bawah ini. Terdapat dua bilah (bar) yang menunjukkan estimasi penghasilan dan rasio pengisian iklan (ad fill rate) dalam persentase. Di bagian bawah adalah rentang pengalaman pengguna yang lebih baik dengan slider untuk mealakukan penyesuaian. Ketika Anda baru pertama kali mengakses ad balance atau belum pernah melakukan perubahan pengaturan, persentase estimasi penghasilan dan rasio pengisian iklan adalah 100%.

Memahami fitur Ad balance Google Adsense dan cara menggunakannya

Berdasarkan trafik blog Anda, Google akan menaksir rentang pengalaman pengguna yang lebih baik untuk rasio pengisian iklan. Ketika Anda mengurangi rasio pengisian iklan ke 52%, estimasi penghasilan Adsense tidak berubah, masih tetap 100%. Ini dapat diartikan dengan menampilkan hanya 52% iklan, penghasilan Adsense menurut Google masih tetap sama atau tidak mengalami perubahan, namun Anda telah memberi pengalaman pengguna yang lebih baik pada pengunjung blog Anda.

Memahami fitur Ad balance Google Adsense dan cara menggunakannya

Contoh lain, ketika Anda menggeser slider rasio pengisian iklan (ad fill rate) lebih ke kiri, misalnya 30%, estimasi penghasilan adsense berkurang 10% menjadi 90% sebagaimana gambar di bawah ini. Estimasi adalah sesuatu yang belum tentu akurat. Ketika Anda selesai melakukan penyesuaian rasio pengisian iklan dan kemudian menyimpan perubahan, Anda dapat memantau penghasilan untuk perlu tidaknya melakukan penyesuaian kembali.

Memahami fitur Ad balance Google Adsense dan cara menggunakannya

Tidak sedikit blogger yang mengatakan bahwa logika ini efektif untuk blog dengan trafik tinggi. Untuk blog dengan trafik masih rendah justeru akan berakibat pada penurunan penghasilan. Dengan demikian, untuk blog dengan trafik rendah akan lebih baik bila membiarkan rasio pengisian iklan (ad fill rate) tetap di 100%. Namun bila blog Anda menampilkan iklan lebih banyak dari yang semestinya, tidak ada salahnya Anda mencoba melakukan penyesuaian rasio pengisian iklan.