Mengoptimalkan struktur permalink untuk meningkatkan SEO website
Mengoptimalkan Permalink

Ada begitu banyak hal yang perlu menjadi perhatian ketika Anda menyiapkan blog atau website. Sebagai blogger atau pemilik website, tentu saja ada tujuan yang ingin dicapai dengan blog atau website tersebut. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan optimasi blog atau website agar menjadi blog atau website otoritas dan setiap halamannya memiliki peringkat baik di hasil penelusuran (SERP).

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan SEO blog atau website. Beberapa teknik SEO yang sudah umum dilakukan misalnya membuat konten yang berkualitas, menggunakan keyword yang tepat, menggunakan template yang responsif dan fast loading dan juga membangun backlink berkualitas. Namun, banyak juga blogger atau pengelola website cenderung melupakan permalink sebagai salah satu cara meningkatkan SEO blog atau website.

Baca artikel:

Permalink adalah URL permanen (permanent URL) yang mengarah ke laman spesifik dari blog atau website. Permalink adalah alamat web (web address) yang Anda dan mesin telusur gunakan untuk membuka laman spesifik tersebut. Permalink digunakan untuk membuat URL yang ramah mesin pencari. Mesin telusur seperti Google memberi perhatian khusus pada URL blog atau website ketika mengindeks laman.

Baca artikel URL Ramah Mesin Pencari Dengan Fitur Routing System Joomla

Mengoptimalkan struktur permalink adalah salah satu cara vital untuk meningkatkan SEO blog atau website. Permalink seharusnya ramah (friendly), baik untuk mesin telusur maupun pengguna. Ada dua komponen yang digunakan mesin telusur untuk menentukan dimana mengindeks laman yaitu judul artikel dan permalink. Bila Anda ingin setiap artikel memiliki peluang peringkat yang lebih baik di hasil penelusuran, Anda juga perlu fokus mengoptimalkan permalink.

Berikut ini adalah beberapa cara mengoptimalkan permalink untuk meningkatkan SEO website:

1. Usahakan membuat permalink tetap pendek.

Ketika Anda membuat artikel di Blogger atau Content Managemnt System (CMS) seperti Joomla atau WordPress, secara default, permalink menggunakan judul artikel ditambah dengan tanda hubung (-). Bila judul artikel yang dibuat panjang, maka permalink secara otomatis juga panjang. Permalink yang panjang dianggap kurang baik dari sisi SEO.

Google mengungkapkan sebaiknya menggunakan permalink yang terdiri dari tiga sampai lima kata. Kata selebihnya dianggap kurang berguna. Hindari juga penggunaan angka di permalink karena dianggap tidak memiliki nilai penelusuran. Angka jarang digunakan atau tidak cocok dengan permintaan pencarian, namun demikian, angka baik bila digunakan di judul artikel untuk menarik perhatian pembaca.

2. Gunakan tanda hubung, bukan garis bawah untuk memisah kata.

Anda dapat memperhatikan hasil permalink ketika membuat artikel baru menggunakan permalink default yang berasal dari judul artikel atau Anda juga dapat melihat struktur URL dari laman website yang Anda buka. Permalink atau permanen URL menggunakan tanda hubung (-), bukan garis bawah (_) sebagai pemisah kata.

Demikian pula bila Anda mengisi atau menentukan permalink secara manual untuk artikel atau postingan baru, jangan sampai salah untuk menggunakan tanda hubung, bukan garis bawah. Mesin telusur memperlakukan tanda hubung dan garis bawah sebagai dua hal berbeda. Mesin telusur menganggap tanda hubung sebagai spasi dan garis bawah sebagai bagian dari kata.

3. Gunakan huruf kecil semua di permalink.

Bila diperhatikan, permalink default di Blogger atau CMS yang manapun adalah berupa huruf kecil (lowercase). Ini adalah kaidah umum yang seharusnya diikuti bahwa permalink menggunakan huruf kecil semua. Banyak blog atau website dijalankan di server Linux. Sistem operasi Linux peka pada huruf kecil dan huruf besar. Bila ada dua URL, misalnya situs.com/blog/seo dan situs.com/blog/Seo, mesin telusur menganggap dua URL ini berbeda.

Bila URL laman blog atau website adalah situs.com/blog/seo dan kemudian seseorang membuka laman tersebut dengan mengetik situs.com/blog/Seo, maka laman tidak akan ditemukan (404 Not Found). Anda perlu melakukan pengalihan (redirect) dari URL lama ke URL baru untuk mengatasi ini. Demikian juga bila kedua URL mengacu ke laman yang sama, maka akan terjadi duplikasi konten. Duplikasi konten perlu diatasi dengan URL canonical agar laman tidak diberi peringkat lebih rendah.

4. Gunakan keyword yang ditarget di permalink.

Menggunakan keyword (kata kunci) tertarget adalah cara yang baik untuk mengoptimalkan struktur permalink. Keyword di dalam permalink membantu memperoleh peringkat lebih tinggi dalam SERP. Karena Anda perlu menjaga permalink tetap pendek, tentukan semua keyword yang ditarget, pilih secara bijaksana dan susun secara deskriptif. Ini juga untuk memastikan pengguna bahwa keyword benar-benar mewakili konten laman.

5. Gunakan URL statis, bukan URL dinamis.

Secara default, ketika membuat blog atau website, Anda sebenarnya memiliki URL dinamis. Secara sistem, Blogger atau sebagian CMS sudah mengubah menjadi URL statis dan sebagian CMS lain mungkin perlu tindakan Anda untuk mengkonfigurasi agar dihasilkan URL statis. URL dinamis biasanya mengandung parameter seperti &, ? atau =. URL dinamis ini dihasilkan secara otomatis oleh skrip PHP atau kode web server.

URL dinamis dianggap kurang bersahabat, sedangkan URL statis mudah dibaca oleh Anda dan juga mesin telusur. URL statis juga memberi kemudahan pada perayap mesin telusur (search engine spider) untuk mengindeks lebih cepat dan efisien. Bila Anda menggunakan Blogger atau CMS yang secara sistem menggunakan URL statis, Anda sudah dimudahkan. Bila Anda menggunakan CMS Joomla, Anda perlu melakukan konfigurasi untuk menghasilkan URL statis (search engine friendly URL).

6. Jangan membuat hirarki folder berlebihan di permalink.

Tergantung CMS yang digunakan, bila Anda membuat blog atau website dengan Joomla, Anda dapat membuat struktur menu yang terdiri dari menu, submenu, subsubmenu dan seterusnya. Submenu paling bawah dapat mengacu ke tipe item menu seperti artikel, contact, News Feeds, Tags dan lain sebagainya. Ketika submenu mengacu ke artikel, struktur menu dan judul artikel akan membentuk permalink. Di Joomla, hirarki folder di permalink sebenarnya adalah hirarki dari menu.

Baca artikel Membuat Menu Drop Down Di Joomla

Di Permalink Joomla, Anda bisa mengubah bagian judul sebelum artikel dipublikasikan, namun tidak bisa mengbah struktur menu. Struktur menu ditambahkan secara otomatis sebagai hirarki folder di permalink. Semakin panjang struktur menu yang dibuat, semakin panjang permalink. Struktur menu yang terdiri dari satu atau dua level sudah dianggap cukup. Hindari membuat struktur menu lebih dari dua level untuk menghindari permalink yang panjang.

7. Hindari mengulang kata di permalink.

Masih banyak ditemukan kata di permalink yang diulang. Kata yang diulang ini mungkin saja dihasilkan ketika Anda membuat padanan kata dalam bahasa Inggris. Misalnya, Anda membuat judul artikel "teknik SEO" dan kemudian membuat padanan kata tersebut ke dalam bahasa Inggris dan meletakkannya di dalam tanda kurung menjadi "teknik SEO (SEO technique)". Jika permalink berasal dari judul artikel, maka akan menjadi "teknik-seo-seo-technique".

Demikian juga ketika Anda membuat sebuah menu untuk blog atau website Joomla, misalnya bernama "SEO" untuk mengelompokkan semua artikel yang terkait dengan SEO. Menu "SEO" akan menjadi seperti folder "seo" di permalink. Ketika Anda mengakses salah satu artikel di menu ini, maka permalink akan terlihat seperti "seo/teknik-seo-seo-technique". Kata "seo" diulang tiga kali.

Ketika Anda mengulang kembali kata-kata di dalam permalink, mesin telusur menganggap kata-kata tersebut sebagai duplikat. Duplikat akan dianggap sebagai sampah dan kemudian membuang duplikatnya. Ini berarti mengulang kata di dalam permalink tidak menambah nilai. Bila demikian, sebaiknya Anda memperluas jangkauan SEO blog atau website menggunakan keyword yang berbeda.

8. Jangan mengubah permalink setelah artikel dipublikasikan.

Terkadang kita kurang teliti dan baru menyadari setelah artikel sudah dipublikasi ternyata ada keyword di dalam permalink yang salah ketik atau keyword yang tertinggal dan belum disertakan ke dalam permalink. Mengubah permalink setelah artikel dipublikasikan sangat tidak dianjurkan. Anda tidak dapat mengubah permalink begitu saja. Ada teknik yang perlu dilakukan agar tidak menimbulkan dampak negatif pada SEO.

Tergantung CMS yang digunakan, mengubah permalink yang artikelnya sudah dipublikasikan dapat mengakibatkan duplikasi konten yaitu dua atau lebih URL yang mengarah ke konten yang sama atau laman tidak ditemukan (404 Not Found). Bila terjadi duplikasi konten, duplikasi ini perlu diperbaiki dengan menentukan URL canonical dan bila terjadi laman tidak ditemukan, Anda perlu melakukan redirect 301 dari URL lama ke URL baru.

Baca artikel:

9. Atur untuk menggunakan www atau non-www.

Anda dapat memperhatikan URL laman yang sedang dibuka. Sebagian blogger ada yang memilih untuk mengunakan www dan sebagian yang lain memilih non-www. Itu semua adalah preferensi. Karena indeks mesin telusur hanya mengizinkan 66 karakter dalam permalink, menggunakan non-www mungkin akan membantu menjaga permalink tetap pendek.

Mengarahkan URL dari non-www ke www atau sebaliknya dapat dilakukan dengan mudah. Bila Anda membuat blog atau website dengan CMS Joomla, Joomla memiliki file bernama htaccess.txt. Anda dapat melakukan pengalihan (301 redirect) dari non-www ke www atau dari www ke non-www menggunakan file ini. Anda cukup meletakkan salah satu dari dua baris kode di bawah ini tepat setelah baris kode "RewriteEngine On".

Baca artikel:

Kode untuk mengarahkan dari non-www ke www:

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domainanda\.com$ [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.domainanda.com/$1 [R=301,L]

Kode untuk mengarahkan dari www ke non-www:

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www\.domainanda\.com$ [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://domainanda.com/$1 [R=301,L]

Di setiap baris kode di atas, ganti domainanda dengan nama domain yang Anda miliki.

SILAHKAN BAGIKAN ARTIKEL INI!
Pin It